Kamis, 26 Maret 2015

Email client - Chapter 2 : Mail bird

Mail bird

Untuk pengguna Windows, mungkin merasakan bahwa banyak aplikasi email client di Windows terlalu kompleks dan tampilan antar mukanya kaku. Dari sekian banyak aplikasi email client di Windows, ada satu yang sangat menarik, Mailbird.

Bagi yang pernah menggunakan aplikasi email client Sparrow (yang kini diakuisisi oleh Google) di Mac, mungkin tampilan di Mailbird terasa familiar. Antar muka di Mailbird didesain sedemikiran rupa agar tidak membingungkan pengguna dan minimalis, tidak seperti kebanyakan email client lainnya di Windows.

Mailbird pada dasarnya merupakan software email client untuk Windows. Tetapi ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari email client yang biasa kita gunakan.

Pertama, Mailbird dibuat dan dikembangkan di Indonesia. Team pengembangannya berbasis di Bali dan Bandung, bahkan no telepon kontak Mailbird adalah nomor Indonesia. Kedua, proses memasukkan akun di Mailbird berlangsung dengan sangat mudah dan otomatis, apalagi jika kamu menggunakan layanan email populer seperti Gmail, Yahoo, atau Outlook.







Ketiga, dia memiliki dukungan aplikasi yang bisa diaktifkan dengan mudah. Aplikasi ini memudahkan kamu untuk terhubung dengan layanan terkait secara langsung melalui dashboard Mailbird.




User interface Mailbird juga terbilang modern dengan desain yang terkesan fluid.



Untuk kelengkapan fiturnya hampir sama dengan software email client lainnya, yaitu adanya fitur pencarian email, compose, quick reply, wysiwyg editor, dsb. Dari sekian fitur tersebut hal yang menarik adalah dengan fitur pencarian dan wysiwyg editor dari Mailbird. Fitur pencariannya terbilang cepat untuk menemukan email. PG menguji mencari email dari sekitar 9000 inbox dan hasilnya langsung keluar dalam hitungan detik. Wysiwyg editornya juga lebih cantik dan rapi daripada email client lain. 




kelemahan : 

Namun meskipun begitu Mailbird bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Tidak seperti Mail App Windows yang otomatis hanya mendownload email terbaru 2 minggu sebelumnya dan bisa diatur kemudian, Mailbird langsung mendownload semua email saat pertama kali memasukkan akun email baru. Tidak masalah sih bagi yang kuota internetnya besar atau unlimited, tetapi bagi yang kuotanya terbatas hal ini mungkin menjadi sebuah masalah tersendiri.
Selain itu PG mendapati crash di aplikasi Mailbird saat melakukan sinkronisasi (download) email. Setelah PG periksa, ternyata penggunaan memory Mailbird memang tidak sedikit. Dia memakan resource yang cukup besar hingga mendekati 350 MB meskipun dalam kondisi idle. Bandingkan dengan Mail App Windows yang hanya menggunakan resource setengahnya saja.

Fitur terakhir yang menjadi sorotan adalah integrasi WhatsApp di aplikasi Mailbird. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu WhatsApp telah meluncurkan WhatsApp for Web yang memungkinkan pengguna WhatsApp mengakses pesan melalui web browser-nya. Momentum ini pun dimanfaatkan Mailbird dengan mengintegrasikan WhatsApp dalam aplikasinya.

Untuk menggunakan integrasi ini, langkahnya tak jauh berbeda dengan menggunakannya melaluiweb browser. Yang membuatnya menarik adalah pembicaraan di Whatsapp dapat muncul di kolom ketiga, tepat di samping kolom email Anda.
refrensi : 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar